Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Alphabet Geser Eric Schmidt demi Kemajuan Google

Alphabet, induk perusahaan Google , mengumumkan adanya peralihan posisi yang diduduki oleh Eric Schmidt -- mantan orang no satu di raksasa internet tersebut. Eric, dari yang di awalnya menjabat sebagai Executive Chairman di Alphabet, ia kini mengemban tugas sebagai penasihat tekhnis perusahaan. Eric sendiri dulu berkunjung ke Indonesia beberapa th. lalu. "Sejak th. 2001, Eric telah memberikan kita keahlian usaha dan tekni dan visi yang mengetahui tentan masa depan teknologi," ujar CEO Alphabet Larry Page layaknya dikutip detikINET dari web Alphabet, Sabtu (23/12/2017). "Melanjutkan masa tugasnya selama 17 th. kepada perusahaan, dia sekarang akan mendukung kita sebagai penasihat tekhnis perihal persoalan sains dan teknologi. Saya terlampau gembira bersama kemajuan yang dicapai di perusahaan kita dan perihal pemimpin kuat yang mendorong invasi tersebut," sambung pendiri Google. Peralihan posisi, dikatakan Eric, merupakan selagi yang pas supaya dap...

Amplop Beracun Dikirim ke Sejumlah Kantor Surat Kabar Jepang

Tokyo - Sejumlah amplop berisi surat ancaman dan serbuk mencurigakan dikirimkan ke sejumlah kantor surat kabar Jepang juga kantor perusahaan obat dan makanan setempat dalam beberapa hari terakhir. Serbuk mencurigakan itu diyakini merupakan potasium sianida yang sangat beracun.  Dilaporkan media-media lokal Jepang dan seperti dilansir Reuters, Selasa (29/1/2019), nama pengirim pada amplop-amplop itu adalah nama pemimpin kultus hari kiamat Aum Shinrikyo, Shoko Asahara, yang sudah dieksekusi mati oleh otoritas Jepang pada Juli 2018 lalu.  Tahun lalu, otoritas Jepang mengeksekusi Asahara dan 12 anggotanya yang divonis mati karena melakukan serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995 lalu. Serangan itu menewaskan 13 orang dan merusak citra keselamatan publik yang melekat pada Jepang.  Salah satu amplop dikirimkan ke kantor pusat surat kabar Asahi yang ada di Tokyo pada Jumat (25/1) lalu. Amplop itu berisi surat ancaman soal penyebaran potasium sian...

Aktivis Rahman Tolleng Dikebumikan di Bandung

Bandung - Tokoh pergerakan Abdul Rahman Tolleng meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. Jenazah Rahman rencananya dikebumikan di Bandung. Pantauan detikcom, Selasa (29/1/2019), di rumah duka, Jalan Cipedes Tengah, Kota Bandung, tampak karangan bunga mulai berdatangan. Sejumlah kerabat dan keluarga juga terlihat tengah menunggu kedatangan jenazah almarhum dari Jakarta. Sejumlah persiapan juga masih tampak dilakukan. Bendera kuning terpasang di beberapa sudut. Kursi-kursi juga telah dipersiapkan untuk para pelayat. Berdasarkan informasi yang didapat Rahman Tolleng akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Cibarunai, Kota Bandung sekitat bada zuhur. Saat ini, jenazah masih dalam perjalanan menuju rumah duka. "Rencananya dimakamin di Cibarunai, usai zuhur," kata salah seorang kerabat saat ditemui di rumah duka. Bagi yang butuh papan bunga Anda juga bisa mengunjungi  https://www.toko-bunga-online-surabaya.co...

Keluarga Eka Tjipta Widjaja Sumbangkan Santunan Duka ke Korban Gempa

Jakarta - Keluarga besar PT Sinar Mas tengah berduka atas kepergian sang pendiri Eka Tjipta Widjaja di usia 98 terhadap Sabtu malam (27/1/2019). Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto berterima kasih kepada para pelayat yang udah mengirimkan karangan bunga. Ia juga memberitahukan para pelayat yang bakal hadir agar sanggup menambahkan ucapan duka didalam wujud tali kasih yang bakal didonasikan untuk korban bencana. "Terima kasih kepada para khalayak ramai yang udah menambahkan ucapan duka cita kepada kami, kita mau papa dan ibu sekalian tidak mengirimkan ucapan duka cita didalam wujud bunga dikarenakan sebaiknya didalam wujud tali kasih yang nantinya bakal disumbangkan ke saudara-saudara kita yang tengah terkena bencana, itu jauh lebih berguna dan cocok bersama dengan jiwa sosial pak Eka," jelasnya di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Keluarga juga udah setuju untuk mendonasikan semua sumbangan kepada para korban bencana. Mul...